Sabtu, 02 November 2013

JEJARING PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN EDMODO

LOGIN KELAS X APKJ 1 r58hsx
login di kelas XII TPHP1 DENGAN KODE 5zc2rh

Jumat, 01 November 2013

CONTOH RPP KURIKULUM 2013 DENGAN MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN GALERY WALK



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan  : SMA
Kelas/Semester       :X/1
Mata Pelajaran       : Matematika-Wajib
Materi Pokok          : Sistem persamaan dan pertidaksamaan linear.
Waktu                     : 12 × 45 menit

A.     Kompetensi Inti SMA kelas X:
1.    Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.    Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.    Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang  ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4.    Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.      Kompetensi Dasar
2.1  Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa
        percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan
        menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.3  Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli
        lingkungan
3.3 Mendeskripsikan konsep sistem persamaan dan pertidaksamaan linier dua dan tiga variabelserta pertidaksamaan linier dua variabel dan mampu menerapkan berbagai stategi yang efektif  dalam menentukan himpunan penyelesaiannya serta memriksa kebenaran jawabannya dalam pemecahan masalah matematika.
4.4    Menggunakan SPLDV , SPLTV dan sistem pertidaksamaan linier dua variabel (SPTLDV) untuk    
 menyajikan masalah kontekstual dan menjelaskan makna tiap besaran secara lisan maupun    
 tulisan.
4.5  Membuat model matematika berupa  SPLDV, SPLTV, dan SPLtDV dari situasi nyata dan
        matematika,  serta menemukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.


C.      Indikator Pencapaian Kompetensi 
1.       Terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran sistem persamaan dan pertidaksamaan linier.
2.       Bekerjasama dalam kegiatan kelompok dan toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
3.       Menjelaskan pengertian konsep sistem persamaan linear dua variabel dan mampu menerapkan berbagai strategi  dalam menentukan himpunan penyelesaiannya.

D.     Tujuan Pembelajaran
Pertemuan1: (2 x 45) menit
Setelah pembelajaran ini siswa dapat:
1.    Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa   percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan  menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.    Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli lingkungan

3.    Menjelaskan kembali pengertian konsep sistem persamaan linier dua variabel .
4.    Menentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel.
5.    Siswa dapat menerapkan konsep sistem persamaan linier dua variabel dalam pemecahan masalah.

E.      Materi Matematika 
1.      Menemukan konsep Sistem persamaan linier Dua Variabel.
2.      Himpunan penyelesaian sistem persamaan linier dua variabel.

F.       Model/Pendekatan Pembelajaran :
Pendekatan Pembelajaran          : Scientific Learning
Model Pembelajaran                   : Problem base learning dengan Galery walk

G.     Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke- 1 :(2 x 45 menit)
KEGIATAN
DESKRIPSI KEGIATAN
ALOKASI WAKTU
Pendahuluan
1.      Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran.
2.      Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.
3.      Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai.
4.      Melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan siswa ke materi sistem persamaan linear  dengan menanyakan apa yang dimaksud dengan sistim persamaan linear, dan  menanyakan bagaimana cara menyelesaikan sistim persamaan linear
5.      Membentuk kelas dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 5-6 siswa. 
10 menit
 Inti
1.       Siswa diminta membaca/mempelajari materi cara menemukan konsep sistem persamaan linier dua variabel yang terdapat pada buku pegangan siswa atau sumber lain. (Mengamati)
2.       Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi konsep sistem persamaan linier dua variabel yang telah dipelajari dari buku pegangan siswa maupun dari sumber lain dengan bahasa yang baik dan benar (Menanya)
3.       Siswa lain diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan teman atau memberikan tanggapan atas pertanyaan atau tanggapan teman yang lain (Menalar)
4.       Kelompok Siswa diberikan lembar kerja siswa (LKS) yang berisi permasalahan dalam sistim persamaan linear, dikerjakan dalam diskusi kelompok. Setiap kelompok mengerjakan dengan cara yang berbeda. Kelompok 1 dengan cara eliminasi, kelompok 2 dengan cara subtitusi, kelompok 3 dengan cara gabungan eliminasi subtitusi, dan sisanya bebas memilih cara penyelesaian yang penting diperoleh hasil dan bisa dipertanggungjawabkan langkah-langkahnya. Waktu mengerjakan dalam kelompok  maksimal 10 menit. Guru mengamati kegiatan iswa dan memberikan bantuan jika ada kelompok siswa yang bertanya. (Menalar,Mencoba).
5.       Hasil pekerjaan diminta ditulis dalam kertas plano dan ditempelkan pada dinding kelas untuk dipresentasikan. Selanjutnya guru menjelaskan langkah kegiatan berikutnya.
6.        satu siswa diminta tinggal menjaga rumah untuk mempresentasikan hasil pengerjaan pada tamu dari kelompok lain. Anggota kelompok lain berkeliling pada kelompok lain secara berurutandalam waktu  5 menit setiap bertamu, dimana  anggota kelompok 1 bertamu ke kelompok  2. Anggota kelompok 2 bertamu ke kelompok 3 dan seterusnya. Setelah 5 menit bergantian pindah bertamu ke kelompok lain secara berurutan sampai semua kelompok sudah dikunjungi. (Mengomunikasikan)
7.       Setelah berkunjung  siswa yang bertamu kembali ke kelompoknya dan mengumpulkan oleh-oleh dari bertamu ke kelompok lain dijadikan laporan kelompok, dan memberikan penjelasan kepada anggota yang tinggal dirumah (mengasosiasikan dan Mengomunikasikan) dalam waktu 10 menit.
8.       Setelah semua selesai dilakukan refleksi tentang kegiatan yang baru dilaksanakan. Siswa diminta mengomentari tentang kegiatan yang baru dilaksanakan setiap kelompok diberi kesempatan mengomentari minimal satu orang. Berikutnya setiap tuan rumah diminta memberikan penilaian kelompok mana yang menjadi tamu terbaik. Dan setiap anggota kelompok yang bertamu diminta memberikan penilaian kelompok mana yang menjadi tuan rumah terbaik. Berikutnya diminta menilai kelompok mana yang presentasinya terbaik. Kelompok yang mendapat penilaian terbanyak mendapatkan reward berupa tanda bintang sebagai bahan tambahan penilaian kelompok.
Ø Catatan:
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan.
70 menit
Penutup
Ø  Dengan bimbingan guru, siswa membuat kesimpulan tentang konsep sistem persamaan linear dua variabel.
Ø  Guru memberikan PR individu mengerjakan soal pada buku siswa halaman 80 nomor 1-3 dan meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya pada buku siswa halaman 81-88
10 menit










KUIS 1
SOAL
1.  Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear berikut ini!
2.    Harga tiket bus Jogja - Solo untuk kelas ekonomi Rp. 25.000,00 dan kelas eksekutif Rp. 65.000,00. Jika dari     200 tiket yang terjual diperoleh uang Rp. 9.600.000,00 . Tentiukan banyaknya penumpang kelas ekonomi dan kelas eksekutif.

PENYELESAIAN:










ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL TROWING




ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL TROWING


  • MODEL PEMBELAJARAN

SNOW BALL TROWING

  • B.      Deskripsi

Snowball secara etimologi berarti bola salju, sedangkan throwing artinya melempar. Snowball Throwing secara keseluruhan dapat diartikan melempar bola salju. Menurut Saminanto, metode pembelajaran Snowball Throwing disebut juga metode pembelajaran gelundungan bola salju. Metode pembelajaran ini melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas, dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok. Sedangkan  menurut Kisworo metode pembelajaran snowball throwing adalah suatu metode pembelajaran yang diawali dengan pembentukan kelompok yang diwakili ketua kelompok untuk mendapat tugas dari guru kemudian masing-masing siswa membuat pertanyaan yang dibentuk seperti bola (kertas pertanyaan) lalu dilempar ke siswa lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh.


C.      Kelebihan
1.      Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karena siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada siswa lain.
2.      Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karena diberikesempatan utk membuat soal dan diberikan pada siswa lain.
3.      Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa.
4.      Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.
5.      Pendidik tidak terlalu repot membuat media karena siswa terjun langsung dalam praktek.
6.      Pembelajaran menjadi lebih efektif.
7.      Ketiga aspek yaitu aspek koknitif, afektif dan psikomotor dapat tercapai


  •  Kekurangan


1.      Sangat  bergantung  pada kemampuan siswa  dalam memahami materi sehingga apa yang dikuasai siswa hanya sedikit. Hal ini dapat dilihat dari soal yang dibuat siswa biasanya hanya seputar materi yang sudah dijelaskan atau seperti contoh soal yang telah diberikan.
2.      Ketuakelompokyang  tidak  mampu  menjelaskan  dengan  baik  tentu  menjadi  penghambat bagi anggota lain untuk  memahami  materi sehingga diperlukan waktu yang  tidak  sedikit  untuk siswa mendiskusikan materi pelajaran.

3.      Tidak ada kuis individu maupun penghargaan kelompok sehingga siswa saat berkelompok kurang  termotivasi untuk bekerja sama. tapi tdk menutup kemungkinan bagi guru untuk menambahkan pemberiaan kuis individu dan penghargaan kelompok.
4.      Memerlukan waktu yang panjang.
5.      Murid yang nakal cenderung untuk berbuat onar.
6.      Kelas sering kali gaduh karena kelompok dibuat oleh murid.



  • Langkah-langkah pelaksanaan Snowball Throwing

Menurut Suprijono dan Saminanto, langkah-langkah pembelajaran model pembelajaran snowball throwing adalah:
1.      Guru menyampaikan materi yang akan disajikan dan KD yang ingin dicapai (dalam bentuk Lembar informasi(materi), contoh soal, dan LKS)
2.      Guru membentuk siswa berkelompok, lalu memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi.
3.      Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.     
4.      Kemudian masing-masing kelompok diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan beberapa  pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
5.      Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu kelompok  ke kelompok yang lain selama ± 5 menit.
6.      Setelah kelompok mendapat satu bola dengan beberapa pertanyaan diberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut.
7.      masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan soal yang diterima
8.      Evaluasi. 


  •  CONTOH  PENERAPAN

Pada Materi Eksponen


  • PROSES SAINTIFIK

·         mengamati;
mempelajari lembar informasi (materi termasuk contoh)

·         menanya;
siswa berdiskusi dalam kelompok guru sebagai fasilitator dan konsultan( memberikan penjelasan jika ada siswa /kelompok yang kesulitan)

·         mengumpulkan informasi;
Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

·         mengasosiasi; dan
Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan beberapa pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.

·         mengkomunikasikan/mempresentasikan
masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan soal yang diterima



  •  PENILAIAN OTENTIK

Dapat menilai ketiga aspek yaitu aspek koknitif, afektif dan psikomotor